Senin 28 Apr 2014 13:24 WIB

Anak Sulit Diminta Sekolah

Menyekolahkan anak di playgroup merupakan jembatan untuk mengenalkan anak pada sekolah saat ia lebih besar nanti.
Foto: Arief Priyono/Antara
Menyekolahkan anak di playgroup merupakan jembatan untuk mengenalkan anak pada sekolah saat ia lebih besar nanti.

REPUBLIKA.CO.ID, Dok, anak saya sudah masuk usia sekolah, lelaki usia 4,5 tahun. Tetapi masih sulit untuk diminta bersekolah, bahkan bisa marah, bagaimana sebaiknya ya dok?

Iskandar (29 tahun)

Jawaban:

Dear Bapak Iskandar, kurangnya keseimbangan antara stimulasi bermain, aturan, dan sosial menyebabkan hal tersebut terjadi. Kalau stimulasi orang tua hanya bermain tanpa aturan (waktu, bermain di atas kasur, malam hari, lewat jam tidur, dan lain-lain ) menyebabkan anak tidak terbentuk aturan dan kebablasan terhadap pola perilaku. Sehingga anak asyik hanya bermain dan bersenang senang.

 

Hal ini berakibat, bila kemudian saat diminta untuk keluar dari zona bermain dan harusnya saatnya bersosialisasi menjadi menolak dan bahkan bila berkombinasi dengan impulsifitas (kemauan keras, emosi, keras kepala, dan lain-lain) menyebabkan anak marah marah bila diajak bersekolah.

Pentingnya dikenalkan keseimbangan antara bermain, aturan dan sosialisasi sangat penting sejak awal. Hal ini pula yang sebenarnya

akan sangat baik bila anak usia playgroup (2-3 tahun) disekolahkan ke playgroup (seminggu 2-3 kali). Ini membuat anak tahu keseimbangan antara bermain dan aturan bersosialisasi. Karena mempersiapkan anak usia sekolah (dan muatan di playgroup itu sebenarnya hanyalah bermain, tapi dengan aturan, bukan semau sendiri).

Beberapa hal terkait yang dapat disarankan adalah:

1. Kenalkan anak keseimbangan antara bermain, aturan, serta bersosialisasi. Bermain bergiliran seperti halma, ular tangga, adalah

permainan yang bukan sendiri, akan melatih kerjasama, menunggu, berbagi, bergantian dan aturan.

2. Pola asuh kepada anak harus ditinjau kembali, kita akan membuat anak cerdas, kreatif dan produktif tapi juga berperilaku (sopan, santun kepada orang tua) jadi ada yang salah bila ada anak yang marah-marah sama orang tua.

3. Kenalkan sejak awal tentang bersosialisasi, ajarkan bermain dengan anak-anak lain dan itu menyenangkan.

4. Pilih sekolah yang benar, bukan berorientasi pada baca tulis hitung saat di usia playgroup dan TK, karena seharusnya mereka fokus pada stimulasi persiapan sekolah dan bermain (aturan dan sosialisasi).

Demikian yang dapat disampaikan, semoga banyak bermanfaat bagi bapak.

Salam tumbuh kembang bagi Ananda.

dr Tri Gunadi

Direktur Klinik Tumbuh Kembang YAMET di RS Meilia Cibubur

 

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur

Kirim pertanyaan Anda ke email : [email protected]

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement