Senin 28 Apr 2014 13:03 WIB

Mengatur Rencana Keuangan Sesuai Prinsip Islam

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Nidia Zuraya
Hitung gaji (ilustrasi)
Foto: dcrevealed.com
Hitung gaji (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai negara dengan mayoritas muslim, banyak orang ingin mengatur keuangan sesuai prinsip agama Islam. Financial Planner dari Quantum Magna Financial, Mohammad B Teguh mengatakan bahwa dalam Islam bayar utang harus menjadi prioritas utama.

"Setelah bayar utang, lalu bayar zakat, investasi, pengeluaran rutin dan terakhir lifestyle. Urutan prioritasnya harus dilakukan dengan benar," katanya dalam seminar Upgrade Your Plan akhir pekan kemarin.

Dua hal yang bisa menjadi acuan dalam menyusun rencana keuangan adalah penghasilan dan pengeluaran. Penghasilan rutin bisa diperoleh dari gaji yang didapat tiap bulan. Sedangkan penghasilan tambahan bisa didapatkan dari bisnis, sewa properti, dividen saham, kupon obligasi atau bagi hasil deposito.

Dari identifikasi penghasilan, selanjutnya baru membuat rencana pengeluaran. Adapun untuk pengeluaran rutin bisa dibagi dengan hitungan seperti berikut:

1. Cicilan hutang maksimal 30 persen dari gaji

2. Zakat Minimal 2,5 persen dari penghasilan kotor

3. Ivestasi Minimal 10 persen sampai 30 persen

4. Pengeluaran rutin antara 20 persen hingga 40 persen dari gaji

5. Gaya hidup atau pengeluran pribadi maksimal 20 persen dari gaji

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement