Senin 03 Dec 2012 10:16 WIB

Konsultasi: Utang Menumpuk Tidak Seimbang dengan Penghasilan

Utang
Foto: blogspot
Utang

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum, Pak, salam hormat dari kami sekeluarga. Saya sedang mengalami kesulitan finansial dan sangat berharap Bapak bisa memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Saya memiliki banyak utang antara lain:

- KPR di Bank BTN sebesar 109 juta selama 10 tahun dan baru berjalan 10 bulan dengan angsuran 1.750.000/bulannya;

- Kredit Multi Guna di Bank Jatim sebesar 105 juta selama 10 tahun dan baru berjalan 4 bulan dengan anggsuran 1.680.000/bulan;

- Kredit Sepeda Motor selama 3 tahun baru berjalan 4 bulan dengan angsuran 439.000/bulan;

- Kartu Kredit Bank Mega dengan limit 4 juta dan 6 juta yang sangat ingin saya lunasi;

- Kartu Kredit Bank BNI dengan limit 4 juta yang juga sangat ingin saya lunasi;

- Utang di beberapa Koperasi Kantor total sebesar 20 juta dengan angsuran sekitar 900.000/bulan selama kurang lebih 4 tahun;

- Biaya sekolah anak 250.000/bulan, Listrik 300.000/bulan, Susu 300.000/bulan, dsb keperluan rumah tangga.

Dengan penghasilan saya sebagai PNS Gol.II sebesar Rp 2.200.000/bulan dan suami saya Karyawan PT.Coca Cola sebesar Rp 1.800.000/bulan. Dengan ilustrasi di atas, saya ingin diberikan solusi bagaimana supaya saya dapat lebih ringan dalam membayar utang-utang saya. Saya berasumsi, mungkinkah saya bisa berutang di satu Bank saja untuk semua tanggungan saya itu, take over KPR saya di BTN dan SK PNS saya di Bank Jatim sebagai jaminan untuk mendapat pinjaman lebih besar di satu tempat (Bank). Hal ini supaya seluruh utang saya bisa tercover, tentu dengan jangka waktu pembayaran yang lebih panjang dan angsuran yang lebih ringan.

Terima kasih sebelumnya dan Wassalam.

Rizki Budi

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam, Ibu Rizki. Mudah-mudahan diberkahi banyak rezeki seperti namanya :-)

Mendapatkan kepercayaan utang juga adalah salah satu bentuk rezeki. Saya sampai bingung melihat daftar utang ibu, kok bisa disetujui mendapatkan pinjaman yang total cicilan lebih besar dari penghasilan. Apakah pada saat mengajukan kredit ini sudah memperhatikan cicilan yang hampir sebesar gaji? Apalagi, melihat umur utangnya yang hampir bersamaan.

Menyatukan utang menjadi satu sumber sebetulnya bukan solusi. Karena jumlah utangnya sama sekali tidak berkurang. Dan memiliki 1 cicilan utang yang besar tidak menjamin lebih lancar dibanding beberapa cicilan yang lebih kecil. Kalaupun mau dibuat cicilan yang panjang, saat ini utang terbesar dalam bentuk KPR dan multiguna sudah memiliki jangka waktu yang panjang yaitu 10 tahun. 

Ada dua hal yang sekarang bisa dilakukan. Pertama, adalah kurangi utangnya. Apakah dengan melepas rumah atau sepeda motor. Hal ini akan mengurangi jumlah utang. KPR/KPM dan cicilannya. Memang tidak enak dan sangat pahit, namun ini perlu dilakukan untuk hidup secara realistis. Jika ada aset lainnya, bisa dijual juga untuk melunasi kartu kredit.

Langkah kedua, tambah penghasilan. Usahakan agar penghasilan bisa ditambah agar rasio cicilan utang bisa sepertiga saja dari total penghasilan. Tapi, jangan sampai penambahan penghasilan ini perlu berisiko lagi terhadap penambahan utang ya. Misalnya, dengan cara jual jasa.

Demikian yang bisa saya sarankan. Semoga dimudahkan ya, Bu, segala urusannya.

Ahmad Gozali

 

Konsultasi keuangan keluarga diasuh oleh Ahmad Gozali, perencana keuangan padaSafir Senduk & Rekan. Kirimkan pertanyaan Anda ke [email protected]

 

 

www.ahmadgozali.com

@ahmadgozali

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement