Senin 03 Dec 2012 09:29 WIB

Tips untuk Istri Bekerja tapi Suami Menganggur

Ilustrasi wanita karir
Ilustrasi wanita karir

Pertanyaan:

Selama ini saya sudah bekerja untuk menafkahi keluarga. Kebetulan suami saya sudah menggangur selama 2 tahun ini karena di-PHK. Tetapi, saya merasakan tekanan batin dan fisik yang luar biasa, karena stres pekerjaan di kantor dan rumah. Saya sudah tidak tahan, bu. Apa yang harus dilakukan ya?

FL, Jakarta - 34 tahun

Jawaban:

Untuk Ibu FL yang baik, tekanan batin dan fisik yang Ibu rasakan luar biasa bisa jadi dipengaruhi oleh kurangnya keiklasan Ibu dalam menjalani fungsinya. Ibu bekerja untuk mencari DUIT bagi pemenuhan kebutuhan hidup yang tampak, seperti misalnya saja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Karena duit yang Ibu cari itu tampak (ada nominalnya), jadi, itu juga hanya dapat memenuhi kebutuhan/ kesejahteraan yang tampak juga, tidak bisa memenuhi kesejahteraan yang tak tampak/ kesejahteraan batin. Tanpa Ibu memiliki DUIT, yang ada dalam diri/ hati Ibu, semua apa yang Ibu dapatkan sia-sia/ tak ada artinya. Karena itu, lantas kemudian yang Ibu FL rasakan cape, tekanan fisik dan batin.

Apa yang dimaksud "DUIT" dalam diri Ibu? Coba hayati baik-baik, DUIT: Doa-Usaha-Ikhas dan Taqwa. Semua itu akan ringan dirasakannya. Hidup/ kerja penuh ikhlas demi keluarga.

Tentu berdo'a tanpa berusaha juga merupakan hal yang impossible. Di sisi lain, berusaha terus tanpa berdo'a juga tidak mendapatkan keberkahan. Setelah berdo'a dan berusaha, tanpa adanya keiklasan juga membuat pekerjaan kita selalu tampak sulit diselesaikan. Terakhir, dengan landasan Ke-taqwa-an bahwa Hanya Allah yang bisa membantu meringankan beban Ibu.

Harus tetap terus berdo'a dan berusaha agar sejahtera lahir dan batin. Berdo'a juga agar suami segera mendapatkan pekerjaan, sehingga bisa membantu kebutuhan hidup keluarga. Ikhlas saat ini suami belum bisa mencukupi, dan ikhlas bila sekarang Ibu menjadi tulang punggung keluarga.

Jadi, kunci utama adalah MILIKI DUIT dalam hati/ dirimu. Niscaya akan ringan beban Ibu. Semoga ini bisa membantu meredakan beban Ibu. (An)

Anastasia, M.Psi,Psi

Psikolog di RS Meilia Cibubur

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur

Kirim pertanyaan Anda ke email : [email protected]

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement