Selasa 27 Mar 2012 15:10 WIB

Agar Parut pada Kulit Bekas Operasi Kembali ke Bentuk Semula

Ruang operasi, ilustrasi
Foto: StLouisOperation
Ruang operasi, ilustrasi

Pertanyaan:

Dok, saya seorang Ibu muda dan baru 6 bulan yang lalu melahirkan buah hati yang pertama, kebetulan dengan cara caesar. Alhamdulillah, bayi kami sehat. Namun, sekarang pada kulit bekas operasi, timbul seperti parut yang menebal ditambah bekas strechmark karena kehamilan. Apa yang bisa dilakukan untuk mengembalikan ke bentuk semula ya, Dok? Terima kasih.

Laura, Jakarta - 28 tahun

Jawaban:

Salam untuk Ibu Laura. Perlu diketahui, bahwa dalam sebuah proses operasi memang akan ada bekas luka yang terbentuk. Namun demikian, dengan menggunakan teknik tertentu dapat membuat bekas luka tersebut tersamar, tipis dengan warna yang memudar serta lembut tertutup lekukan tubuh.

Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan yaitu kurun waktu pasca operasi. Umumnya, dalam kurun 6 bulan s/d 1 tahun kondisi bekas luka operasi dapat dikategorikan matang. Secara medis, maka bentuk luka yang timbul dapat berupa "Skar" Normal maupun "Skar" Tidak Normal.

Khusus pada bekas luka yang menjadi masalah bagi Ibu yang melahirkan dengan menggunakan metode operasi Caesar, maka kategori yang menjadi kendala tentulah "Skar" Tidak Normal. Dalam hal ini terbagi menjadi tiga (3) jenis bentuk bekas luka, yakni:

- Hipertrofik: Menonjol keluar seperti benjolan;

- Hipotrofik: Membentuk cekungan seperti bekas cacar;

- Keloid.

Umumnya, yang terjadi ialah keloid, di mana kondisi yang terjadi, bekas luka seiring dengan waktu bertambah tebal, lebar, gatal serta kemerahan. Terkait metode penanganan yang dapat dilakukan, tentunya melihat riwayat kesehatan ibu; Apakah memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes melitus ataupun penyakit lainnya, serta melihat besar/kecil luka serta lokasi lukanya.

Terkait hal tersebut, maka treatment yang dapat dilakukan yaitu dengan operasi maupun non operasi. Untuk metode operasi, tentu akan memakai pola bedah plastik untuk me-recovery ke kondisi normal. Sedangkan, penanganan kasus non operasi, maka dapat dilakukan injeksi melalui obat tertentu dengan frekuensi tertentu, maupun menggunakan plester tekan serta dapat pula memakai korset.

Demikian yang dapat disampaikan, Bu. Ada baiknya ibu berkonsultasi langsung agar dapat dilakukan observasi fisik. Terima kasih. (QH)

dr Qori Haly, SpBP-RE (Spesialis Bedah Plastik)

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur

Kirim pertanyaan Anda ke email : [email protected]

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement